Lembayung saat matahari terbenam Ku mengenalnya aram temaram Kini tirai malam turun menyelimuti gedung-gedung tinggi Hari yang kujalani begitu sepi Tangan dingin mengusap wajah ini Wajah yang membayangkan kata-kata itu berlari Di antara lampu penghias Aku tampak bias Sengaja tak membawa payung Biarlah gerimis bersenandung Di antara mereka dan dari mana Semuanya sekilas saja Orang-orang pun saling berpapasan Tanpa harus berkenalan Tanpa sebuah percakapan Aku pun melangkah bersama air mata Mereka pun, di belahan bumi sana, Beresonansi di udara 19 September 2025 Catatan: Disarankan membaca sambil mendengarkan lagu “Synchronicity” dari Nogizaka46
Kae di sini. Kadang nulis serius, kadang cuma curhat. Kadang tentang dunia, kadang tentang diri sendiri. Intinya... semua ditaruh di sini